Menjadi orangtua mengajarkan empati. Ketidaknyamanan yang dirasakan anak, entah bagaimana, bisa dirasakan pula oleh orangtua. Dan saya yakin hampir semua orangtua bersedia melakukan apa pun untuk melegakan anak dari ketidaknyamanan yang dirasakannya.

Salah satu ketidaknyamanan yang kerap dirasakan oleh anak sejak bayi ialah hidung mampet atau hidung tersumbat. Yang bikin sedih adalah bayi yang mungil tidak tahu bagaimana membuat dirinya sendiri lega dari hidung mampet tersebut.

Kalau orang gede mah bisa langsung menyedot atau membuang lendir yang mengganggu hidung tersebut. Sayangnya, anak bayi belum bisa seperti itu. Dan kita, para orangtua tentu saja tidak tega membiarkan itu terjadi.

Dulu waktu bocah masih berusia dua bulan atau tiga bulan, dia pernah pilek. Seinget saya sih tidak parah. Tapi suami saya yang tidak tegaan langsung membeli alat penyedot cairan khusus untuk hidung bayi. Alat itu punya selang pendek, tabung kecil yang transparan, dan tentu saja bagian untuk menyedot cairan. Bagian itu ditempelkan di lubang hidung anak lalu melalui selang, orang gede akan menyedot hingga cairan masuk ke tabung.

Saya pernah mengonsultasikan tentang alat ini pada dokter spesialis anak. Menurut dokter, alat ini boleh dipakai asal jangan disedot terlalu kencang atau akan melukai dinding hidung anak. Saya sih tidak mau melakukannya. Biasanya, suami yang sedot dan saya menggendong bocah sembari menahan tangis karena tak tega.

Apakah lendir hilang? Tidak sepenuhnya karena ya itu tadi, tidak boleh disedot terlalu kencang.

Ternyata ada cara lain untuk melegakan hidung yang tersumbat. Jujur saya baru tahu minggu lalu lewat talkshow yang diadakan di Momsbee Medan 2019. Talkshow dengan narasumber dr. Argensius Manurung itu menjelaskan penyebab dan penanganan hidung tersumbat, khususnya pada anak-anak.

Menurut dokter tersebut, hidung tersumbat bisa disebabkan banyak hal, seperti virus, bakteri, atau alergen. Selanjutnya, bila tidak ditangani, hidung tersumbat akan mengakibatkan flu atau alergi.

Secara umum, kita tidak melakukan apa-apa ketika hidung anak tersumbat. “Paling juga sembuh sendiri.”

Padahal nggak begitu, loh. Hidung tersumbat bisa dicegah dengan sering membersihkan hidung. Memang hidung punya pertahanan alami, misalnya bulu hidung yang bisa menyaring kotoran atau alergi. Namun, pada beberapa kasus, itu tidak cukup.

Makanya, ada baby nasal hygiene alias cairan penyedot hidung. Pada talkshow, ada perwakilan yang memperkenalkan Respimer, brand untuk baby nasal hygiene dan baby decongestant. Saya akan jelaskan keduanya di bawah. Lanjutkan membaca, ya.

Respimer merupakan cairan yang mengandung 100% air laut dari St. Malo, Perancis. Air laut di situ diklaim masih alami sehingga airnya bisa digunakan untuk semacam obat.

Nah, Respimer berwarna pink merupakan baby nasal hygiene yang diformulakan dengan air laut tersebut hingga punya kandungan 0,9 NaCl yang merupakan konsentrasi garam yang menyerupai cairan tubuh manusia. Menurut dokter, lantaran bukan obat, Respimer ini bisa digunakan mulai dua kali sehari setiap hari, bahkan oleh bayi 0 bulan.

Respimer juga punya kemasan warna orange yang merupakan decongestant. Konsentrasi untuk Respimer varian ini lebih tinggi, yakni 2,2 NaCl. Lantaran konsentrasi cukup tinggi, jenis decongestant ini baru boleh dipakai bayi di atas satu bulan dan diberikan kalau memang terjadi penyumbatan yang parah.

Cara pemakaian

Respimer bekerja seperti ini: cairannya akan membuat lendir yang menyumbat hidung keluar setelah Respimer disemprotkan. Lendir bisa langsung keluar, bisa juga setelah beberapa menit. Bye bye hidung tersumbat!

Untuk memberikan Respimer pada bayi atau anak kecil, posisi terbaik ialah posisi tidur. Namun pastikan posisi hidung ada di atas dagu.

Respimer punya tip yang memudahkan penyemprotan ke hidung. Masukkan tip tersebut ke dalam lubang hidung bayi/anak, lalu tekan selama dua atau tiga detik. Ulangi langkah ini pada lubang hidung sebelah. Supaya tip tetap steril, langsung bersihkan setelah pemakaian, ya.

Dr. Argensius menyarankan, ketika menyemprotkan Respimer, orangtua tidak boleh ragu atau tidak tegaan. Dampaknya, ketika disemprotkan malah bisa menyakiti atau anak bisa trauma.

Menurut saya, kalau memang anak sudah bisa diajak bicara, jelaskan manfaat Respimer. Yang pasti, anak memahami bahwa hidung tersumbat itu tidak nyaman. Setelah itu, tawarkan Respimer. Jadi, anak-anak tetap tenang ketika Respimer disemprotkan.

Pengalaman saya, bocah sempat trauma melihat alat penyedot cairan hidung. Salah kami sih karena memaksa ketika menyedot lendir saat hidung bocah tersumbat. Tapi setelah dijelaskan baik-baik, bocah dengan kerelaan mengambil alat itu dan meminta kami menyedot cairan saat hidungnya mampet.

Hmmm.. Menarik banget, ya. Saya senang deh jadi orangtua jaman now dengan akses informasi yang luas. Sebagai orangtua, saya jadi punya banyak pilihan untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Terima kasih Respimer sudah hadir untuk melegakan hidung tersumbat. Terima kasih juga untuk Mombee yang sudah menyelanggarakan pameran produk bayi serta talkshow menarik.

Sampai jumpa di review berikutnya!