Saya sudah lama mengikuti Haloibu di Instagram. Saya cukup terkejut walau memaklumi sekali begitu tahu bahwa Ashtra Effendy, founder Haloibu, dan saya ternyata satu almamater.

Saya sangat suka konten Haloibu yang ramah ibu dan bisa menyuarakan kehidupan para ibu dengan nada yang relevan, positif, dan kadang jenaka. Saya juga mengagumi cara Ashtra merawat dan mendidik kedua anaknya, Mahija dan Samudra, dengan penuh cinta.

Tentu saya senang ketika Ashtra bersedia saya wawancarai untuk blog ini. Selain bertanya mengenai hal seputar parenting, saya juga mengulik peran Ashtra sebagai doula dan founder Haloibu.

Ashtra juga baru saja menelurkan karya yang, lagi-lagi, berkaitan dengan perannya sebagai ibu. Buku terbaru Ashtra: “Halo Ibu, Apa Kabar? Menjadi ibu indah dan tidak mudah” sudah terbit sejak akhir Juli lalu. Melalui buku itu, Ashtra menyapa para ibu dengan ilustrasi yang relevan dengan kehidupan para ibu.

Berikut hasil wawancara kami:


Tina: Apa makna menjadi orangtua bagi Ashtra?
Ashtra: Menjadi orang tua, pertanyaan sulit. Mmmm, Orang tua buatku sosok yang punya segudang kata bijak, sosok yang tenang dan penuh kasih sayang. Menjadi orang tua membuatku memilki kesempatan untuk belajar meneksplorasi dunia dengan cara anakku melihatnya, baru, polos, dan indah. Its like having a new ticket to be better.

Tina: Apakah menjadi orangtua merupakan sesuatu yang kamu rencanakan atau sesuatu yang terjadi secara natural setelah menikah?
Ashtra: Saya hamil, lalu menikah, lalu memiliki anak. An unorthodox way to start a family in Indonesia. It doesn’t come naturally for me. Saya butuh usaha untuk memahami apa yang saya rasakan, hamil, melahirkan, memiliki anak, serta menjadi istri.

Tina: Apa yang menurut kamu membuat seseorang bisa disebut orangtua yang baik?
Ashtra: Ketika ia mencintai dirinya sendiri, merasakan apa yang perlu dirasakan seutuhnya baik itu negatif maupun positif, terus berusaha, membuat kesalahan, dan bangkit lagi untuk mencoba lebih balk.

Tina: Sebagai orangtua, nilai-nilai apa yang kamu ingin dipegang dan dipahami oleh anak-anak? Lalu, bagaimana kamu memastikan anak-anak memahami nilai-nilai tersebut?
Ashtra: Giving themselves love they need, finding joy in life, make mistakes and breath once a while. Meditation together in the morning helps.

Doula

Tina: Sejak kapan kamu terjun ke profesi ini dan apa yang melatarbelakanginya?

Ashtra: Sejak akhir 2016. Dulu, saya berusaha mencari kedamaian saat hamil, melahirkan, meyusui serta masa postpartum. saya memiliki banyak informasi dari pelbagai sumber. I had the best support for women.

Menurut saya semua perempuan berhak mendapatkan informasi, dukungan secara emosional, fisik, dan psikologis dari perempuan di ruang yang tidak menghakimi. Because peace on earth starts from giving birth to human in a gentle way, also by Mothers have support they need in childbearing.

Tina: Dalam proses menjadi doula, apa yang kamu pelajari dan lakukan hingga bisa dikenal seperti sekarang?Ashtra: Saya memiliki keinginan yang besar untuk pembantu perempuan, memilki waktu untu belajar dengan Ibu Robin Lim dari Bumi sehat seria megikuti training dengan DONA dan Debra Pascali-Bonaro.

Tina: Pengalaman memorable apa yang sangat berkesan selama kamu jadi doula?

Ashtra: Every mother is different and special, they teach me a lot of things. Tak hanya menemani melahirkan, aku juga menemani masa postpartum dan memberikan private session yang terjadwal. Buatku, bisa membuat Ibu percaya diri, release, dan kembali menajdi dirinya menjadi pengalaman mengisi jiwa.

Tina: Apakah anak-anak sudah paham dengan apa yang kamu lakukan sebagai doula dan apa tanggapan mereka?

Ashtra: Sudah, karena ada beberapa media massa dalam bentuk video yang meliput, lalu Mahija juga sering ikut #lingkaranibu. Mahija juga kadang ikut saat saya mengajar kelas Childbirth dan Postpartum education class.

It makes Mahija wanting to be a doula when she grow up. Sam, always following me around every time we do #lingkaranibu, such a natural doula. hehehe

Haloibu.

Tina: Mengapa kamu memulai Haloibu dan apa yang membuat kamu terus bertahan meng-empower para ibu?

Ashtra: Saya seorang mantan wartawan yang menjadi Ibu rumah tangga, yang membutuhkan ruang untuk berkembang dan menjadi diri sendiri dikala megambil peran baru sebagai ibu. Lahirlah haloibu, bermula dari blog, youtube channel dan akhirnya sampi ke media massa online berbasis komunitas. Empowering other women heals me.

Tina: Bagaimana menjadi doula dan membesarkan komunitas ibu membuat Ashtra menjadi orangtua yang lebih baik?

Ashtra: By doing what I love, showing my girls, being yourself is enough. You are allowed to do what ever you do in life, do what ever fills your soul and heart. And if its helps others, its a bonus. Big bonus, means keep doing it..

Tina: Apa kamu punya pesan bagi para orangtua sehingga bisa lebih memaknai peran sebagai orangtua?

Ashtra: Do forget to start your day by giving 10 minutes time for yourself, look in to the mirror, and say, “I love you, thank you for being, I’m a a good mother. and today its going to be a good day, if something went wrong, it does not define me. I love you”.