Saya membaca nama Kicky Rizky Fitiani lantaran Mothers on Mission, grup yang saya ikuti, mengundangnya berbagi melalui kuliah WhatsApp. Sejujurnya saya tidak ada bakat dan minat di bidang event organizer. Saya sering ikut kepanitiaan sejak SMA dan menikmatinya. Tapi tidak pernah terlintas untuk menjalani bidang tersebut dalam rangka memenuhi pundi rekening.

Meski begitu, tidak ada salahnya belajar, bukan? Apalagi yang dibagikan oleh Mbak Kicky sangat praktis dan menarik. Saya lantas meminta kesediaan beliau juga untuk tanya sedikit mengenai topik keorangtuaan.

Perempuan berusia 30 tahun ini pernah menjalani pekerjaan di banyak perusahaan, seperti Permata Bank, ABN AMRO Bank, RBS Bank, dan Piesta Consulting. Lantas, kecintaan pada dunia komunikasi mengantarnya pada bisnis yang sekarang digeluti.

Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi UPI YAI ini mulai jadi event organizer sejak 2011. Saat itu, KRF Organizer masih jadi pekerjaan sampingan. Sekarang, Kicky fokus membesarkan bisnisnya.

Berikut hasil wawancara kami dan sharing oleh Kicky:


Tina: Apa makna menjadi orangtua bagi Mbak Kicky?
Kicky: Saya menjadi orangtua di usia yang muda. Krhilangan waktu di masa muda membuat saya sedikit emosional, tapi perlahan-lahan suami membantu, sehingga saya merasa menjadi orangtua begitu menyenangkan.

Tina: Menurut mbak, orangtua yang baik itu yang seperti apa?
Kicky: (1) Jujur, (2) Mencintai anak-anak, dan (3) Meluangkan waktu untuk mereka.

Tina: Apakah pernah menjalani masa terberat sebagai orangtua? Apa pelajaran yang mbak dapatkan setelah melewati masa tersebut?
Kicky: Saat suami saya selingkuh, saya hancur dan merasa tidak berarti. Saya tidak bisa bekerja, usaha EO berantakan, dan saya sempat merasa kurang percaya diri.

Tina: Lantas, apakah pernah merasa gagal menjadi orangtua? Bagaimana mbak mengatasi perasaan gagal tersebut?
Kicky: Saat ini saya merasa gagal menjadi orangtua, tapi saya sadar saya harus bangkit karena anak-anak membutuhkan saya.
Selama ini suami merupakan sosok ayah terbaik untuk anak-anak. Makanya, kehilangan suami mendadak seperti ini membuat saya merasa gagal jadi seorang ibu.

Tina: Dalam jangka panjang, apa tujuan yang ingin mbak capai dalam membesarkan dan mendidik anak?
Kicky: Selain membesarkan bisnis KRF Organizer dan agen perjalanan umroh, saya ingin menyekolahkan anak-anak dan membangun keluarga yang baik.

Tips memulai bisnis EO by Kicky Rizky

Dengan berkembangnya informasi di era digital ini, banyak sekali pengguna media sosial yang ingin belajar memulai bisnis online agar bisa punya penghasilan tambahan dari internet. Walaupun kita sebagai ibu sibuk dan mengurus keluarga, moms bisa memulai bisnis rumahan yaitu event organizer. EO adalah bidang jasa yangg bergerak menciptakan suatu acara/event, mengelola anggaran acara, mempromosikan suatu brand atau produk, atau menyosialisasikan kegiatan.

Mungkin dilihat dari segi bisnis, EO terasa rumit. Tetapi saat moms mempunyai kecintaan kepada keluarga dan suka pada kegiatan seperti kelas parenting, lomba mewarnai/menggambar/pertunjukan fesyen, atau kelas memasak, ini jadi modal awal membuat bisnis EO yang bisa moms kerjakan dari rumah. Apabila mom bergabung di komunitas,mom bisa membantu membuat event di komunitas moms.

Namun, ada tahapan tahapan memulai bisnis EO. Yang pertama membuat proposal acara. Langkah yang bisa dilakukan ialah:
1. Membuat kerangka acara; bisa ditulis secara manual di kertas, ingin membuat acara apa
2. Pindahkan tulisan kerangka perencanaan acara dii Power Point
3. Rapikan dan pindahkan kerangka perencanaan acara ke PDF di komputer.

Jika proposal acara sudah jadi, pastikan mom juga membuat perencanaan anggaran alias budget planning. Untuk proposal acara lomba mewarnai, misalnya, anggaran diatur berdasarkan sewa tempat, pembuatan desain flyer dan backdrop panggung, konsumsi dan fee untuk staff.
Hal lain yang juga penting adalah menentukan tempat acara, desain atau pembuatan flyer yang akan kita bagikan untuk mencari peserta.

Setelah itu yang paling penting ialah mencari sponsor acara. Tahapan yang biasa saya lakukan:
1. Cari salah satu sponsor teman dekat dahulu yang nomor kontaknya kita simpan
2. Survey produk di Instagram yang sesuai dengan acara kita
3. Kirim pesan pribadi untuk menyampaikan proposal

Saat moms ingin mencoba membuat event, mom harus percaya diri dan hakul yakin acara yang akan mom buat ini akan disenangi banyak orang. Moms juga harus semangat melakukannya.

Tina: Kalau boleh tahu, untuk pemula, berapa kisaran profit yang bisa diharapkan dari bisnis EO ini ya?
Kicky: Idealnya, profit 10-15% dari total pengeluaran acara. Biasanya untuk awal, misal lomba mewarnai dengan biaya pendaftaran Rp 50.000 per orang, profit kita Rp 2 juta sampai Rp 3 juta; tergantung manpower yang kita gunakan saat acara.

Tina: Bisnis EO juga sudah cukup banyak, bagaimana supaya yang kita tawarkan bisa stand out daripada EO lain?
Kicky: Survey dengan cara sering melakukan kunjungan ke acara yang sedang berlangsung

Tina: Untuk event, biasanya rekrut orang lagi gak? Berapa orang dalam satu timnya?
Kicky: Tenaga yang dibutuhkan bisa empat sampai delapan orang, dengan estimasi fee Rp. 150.000 – 300.000 per orang. Saran saya, saat mencari manpower, utamakan orang yang sudah kenal dekat supaya dukungannya lebih terasa dan feel-nya sampai. Tugas manpower saat hari H, misalnya untuk pendaftaran peserta, floor director, dan bagian konsumsi.

Tina: Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk perencanaan sampai acara terlaksana?
Kicky: Rata-rata pengerjaan event dari pembuatan proposal, cari venue, sponsorship, belanja keperluan (seperti backdrop, piala, goodiebag), kurang lebih 3 minggu. Tapi saya pernah membuat acara dalam 10 hari.

Tina: Kendala atau tantangan apa saja yang selama ini pernah dialami dalam bisnis?
Kicky: Tahun 2011, pertama kali saya ingin membuat event, saya mendapat penolakan dari sponsor, sekitar 10 sampai 20 kali proposal saya ditolak. Tapi saya tidak patah samangat, saya coba perbaiki dan saya coba belajar berkomunikasi dengan lebih baik.

Lalu mengenai budgeting. Anggaran ini harus tepat dan akurat. Hindari membuat anggaran sendiri. EO adalah industri kreatif. Saat pikiran kita tidak baik, bisa terjadi salah anggaran. Jadi, pastikan minta bantuan sahabat.

Di beberapa event saya mengalami defisit, yaitu saat acara selesai ternyata dana masih kurang. Yang harus dilakukan adalah tetap menyelesaikan event sampai selesai karena bagi sponsor dan peserta, acara harus tetap berjalan dan baik. Ini juga jadi pelajaran ke depan supaya anggaran dan lainnya sesuai dengan proposal di awal.

Saya juga pernah tidak bisa bayar venue. Waktu itu pendapatan Rp 22 juta, tapi pengeluaran Rp 27 juta. Alhamdulilah saya punya tim waktu itu untuk membantu saya. Acara berjalan baik lancar peserta happy, tapi kita sebagai Creative Director harus tenang menghadapi kendala keuangan dan bertanggung jawab mengganti segala kekurangan acara.

Tina: Sebelum acara dimulai, bagaimana menyosialisasikan supaya banyak orang tahu dan tertarik ikut?
Kicky: Tips share or blast flyer acara, misal lomba mewarnai kita bisa share di sekolah, sebar di WhatsApp group sekolah anak anak kita dahulu. Lalu sebar ke komunitas yang kita ikuti dan grup lomba di media sosial, seperti Facebook. Kemudian, sebar ke media partner, misal gandeng radio atau portal online.

Saat membuat flyer acara pastikan copy writer atau isi tulisan sesuai acara, menarik, tidak banyak kata, dan eye catching. Gunakan jasa desainer agar flyer terlihat profesional.

Tina: Nah, untuk kelancaran acara pada hari H, apa lagi yang harus disiapkan?
Kicky: Saya selalu mencari dan mengunakan sound system, fotografer yang memang sudah saya tahu kualitasnya karena ini semua berperan penting. Jika acara diadakan di mall dan hotel, kita bisa percayakan pada pihak mall atau hotel.
Pastikan H-1, kita cek semua lighting, sound, MC, breakdown acara, dan Q-card MC. Ini semua penentu keberhasilan dalam event.