Luka lebam atau memar tampaknya sudah jadi “makanan” sehari-hari dalam tiap keluarga. Apalagi bagi keluarga muda yang punya anak kecil yang sangat aktif mengeksplorasi dunia di sekitarnya. Bahkan, saking seringnya muncul, lebam dianggap biasa atau normal dan dibiarkan sembuh begitu saja.

Sebelum bicara lebih jauh mengenai cara menghindari dan mengobati lebam, kenali dulu, yuk, luka satu ini. Dulu, sih, kalau melihat lebam pada kulit, banyak orang menganggap itu terjadi karena “dicubit setan”. Namun, lebam sangat bisa dijelaskan secara ilmiah dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan dunia gaib.

Meskipun tampak jelas pada bagian luar tubuh, sejatinya lebam termasuk luka dalam. Secara sederhana, lebam terjadi lantaran ada pembuluh darah kapiler di bawa kulit yang pecah atau rusak. Penyebabnya seringkali karena benturan dengan benda tumpul, seperti lantai atau dinding. Ada juga lebam yang terjadi setelah operasi plastik. Namun, itu tidak akan saya bahas karena bukan jenis lebam yang bisa dihindari.

Akibat pembuluhnya pecah, darah pun bocor alias menyebar ke jaringan lain yang tidak semestinya. Sebaran darah ini bisa hanya berupa titik, tapi bisa juga berukuran besar sehingga menimbulkan pembengkakan. Lantas, yang terlihat pada bagian kulit awalnya berwarna merah terang dan terasa nyeri saat disentuh. Bila dibiarkan, biasanya dalam waktu sehari atau dua hari, luka tersebut berubah menjadi warna biru keunguan, bahkan ungu gelap. Inilah yang disebut dengan lebam atau memar.

Tindakan Preventif terhadap Lebam

Iya, lebam bisa dihindari. Cara paling jitu tapi rada mustahil ialah memastikan tubuh tidak terbentur dengan benda dengan permukaan tumpul. Namun, kamu pasti tidak mau, kan, membalut seluruh tubuhmu dengan kain atau penutup yang sangat tebal setiap saat untuk mencegah benturan.

Ada cara yang lebih masuk akal menurut WikiHow. Salah satunya dengan melindungi bagian tubuh, terutama tangan dan kaki saat berolahraga. Pasalnya, kemungkinan kamu terkena lebam bertambah besar ketika melakukan aktivitas fisik. Berikut saya bagikan tips lainnya:

1. Kurangi konsumsi minuman beralkohol

Alkohol, dalam kadar yang sangat sedikit, memang tidak berbahaya. Tapi, cukup sulit ya menakar kadar yang sedikit itu. Saran saya, hindari alkohol sebisa mungkin atau jangan minum sama sekali. Pasalnya, alkohol bisa merusak organ tubuh, antara lain hati, otak, jantung, dan pankreas.

Bukan itu saja. Alkohol ternyata dapat mengencerkan darah. Nah, kalau darah kamu encer, lebam akan sangat mudah terjadi.

Alkohol merupakan vasolidator yang membuat pembuluh darah kamu rileks dan mudah mengembang. Jadi, benturan sedikit saja akan langsung mengakibatkan pembuluh darah pecah dan darah bocor.

2. Hindari konsumsi suplemen atau jenis penghilang rasa sakit tertentu

Beberapa obat penghilang rasa sakit atau anti-inflamasi nonsteroid, seperti naproxen, diclofenac, serta ibuprofen dan aspirin ternyata juga menyebabkan pengenceran darah. Begitu juga halnya dengan suplemen, seperti vitamin E, ginseng, ginkgo biloba, omega 3, dan pil bawang putih.

Apabila memungkinkan, kurangi suplemen tersebut. Atau bila tidak perlu-perlu amat, kamu tidak perlu mengonsumsi obat penghilang rasa sakit.

3. Perbanyak konsumsi protein dan lemak sehat

Makanan sehat bisa memperkuat pembuluh darah dan jaringan ikat, serta menguatkan dinding pembuluh kapiler tetap fleksibel. Dengan demikian, pembuluh darah tidak gampang pecah dan darah tidak menyebar ke jaringan yang tidak semestinya.

Ini daftar makanan yang perlu kamu konsumsi agar terhindar dari lebam: makanan yang kaya bioflavonoid (anggur, jeruk, berries, dan buncis), protein rendah lemak (ikan, daging unggas, dan kacang-kacangan), serta lemak sehat (alpukat dan biji-bijian). Masukkan jenis makanan tersebut dalam menu diet kamu sehingga tubuhmu tidak mudah terkena lebam.

Atasi Lebam dengan Thromboflash

Secanggih apapun kamu menghalau lebam, mau tidak mau, lebam bisa terjadi pada tubuhmu atau anggota keluargamu. Pencegahan tidak dapat menjamin 100% lebam tidak hadir.

Jangan panik kalau lebam terjadi. Saya punya tips yang ampuh. Sediakan Thromboflash di rumah. Mengingat seringnya lebam, dari yang ringan sampai yang berat, terjadi pada kamu atau anggota keluarga, Thromboflash wajib ada di kotak P3K.

Bagi kamu yang pernah mengalami lebam, pasti tahu betapa tidak nyamannya nyeri yang terasa pada bagian tubuh yang memar. Selain itu, dari segi estetika, lebam tidak elok dilihat.

Jadikan Thromboflash sebagai sahabat keluarga supaya kamu gak takut lebam. Thromboflash memang manjur untuk mengatasi luka dalam atau lebam alias memar.

Pasalnya, sediaan satu ini mengandung Heparin Sodium 200 IU. Ini merupakan bahan aktif yang bekerja dengan cara melarutkan gumpalan darah yang berada di bawah permukaan kulit saat memar terjadi. Heparin juga berfungsi membantu mengurangi peradangan dan melancarkan peredaran darah untuk mempercepat penyembuhan.

Thromboflash dapat ditemukan pada apotek terdekat rumah kamu. Kemasannya berupa kotak panjang dengan tube salep di dalamnya. Kedua kemasan berwarna kuning dan tersedia dalam dua pilihan ukuran, yakni 10 gram dan 20 gram. Sebelum PPN, sediaan ini dibanderol Rp 28.000 dan Rp 40.000 untuk masing-masing ukuran.

Lantaran bentuknya gel, Thromboflash praktis dari segi penggunaan dan terasa nyaman saat menyentuh kulit yang terkena lebam, serta tidak lengket. Oleskan dengan lembut di kulit yang menderita lebam atau memar sampai sembuh alias tidak terlihat lagi lebamnya.

Oh iya, kalau kamu perhatikan, pada bagian kemasan Thromboflash, ada logo halal MUI. Memang, pabrikan obat ini berhasil mengantongi sertifikat halal dari MUI. Tujuannya tentu untuk melindungi konsumen.

Perlu diketahui, heparin diekstrak dari mucosa hewan. Sumbernya ada dua, yakni mucosa sapi dan mucosa babi. Nah, Thromboflash terbuat dari Bovine alias mucosa sapi. Jadi memang halal dan sudah disetujui MUI. Psst, sejauh ini, baru Thromboflash yang bersertifikasi halal dari MUI untuk produk serupa.

Kalau mau gak takut lebam, segera sediakan Thromboflash di rumah. Dijamin kamu tidak bakal khawatir lagi bila orang kesayangan terkena lebam.

[wpvideo U3g2XN7j data-temp-aztec-id=”741186f0-bca9-4bc0-8923-78b0d9b0f25a”]

Saya sudah pakai Thromboflash untuk keluarga. Kamu kapan?