Saya hampir kena tipu! Hampir saja saya transfer uang ke penipu.

Begitu pesan yang saya baca. Pesan itu datang dari suami saya. Saat itu kami hendak mengirimkan sepeda motor dari Jakarta menuju Medan karena suami saya dipindahtugaskan ke Sumatera Utara.

Lantas, ia menjelaskan kronologis “hampir kena tipu” tersebut. Awalnya, suami mencari jasa pengiriman sepeda motor melalui situs pencarian. Lalu, ia menghubungi salah satu nomor dari hasil temuannya.

Suami saya dan si penipu berkedok agen pengirim kendaraan antar-pulau pun berbalas-balasan pesan lewat WhatsApp. Setelah menjelaskan layanan dan biaya kirim sepeda motor, si penipu meminta suami mentransfer sejumlah uang sebagai panjar alias uang muka.

Beruntung, suami saya tak percaya begitu saja. Ia lantas melakukan riset terhadap perusahaan yang disebut oleh si penipu. Benar saja. Banyak testimoni dari orang-orang yang sudah kena muslihat si penipu tadi. Setelah mereka transfer uang muka, si penipu tak lagi bisa dihubungi. Ketika alamat perusahaan didatangi, ternyata alamatnya palsu.

Suami saya nyaris masuk daftar orang yang kena siasat licik si penipu tadi. Padahal, yang dilakukannya cukup sederhana: cek dan ricek sebelum melakukan transaksi online.

Sumber: Giphy.com

Merdeka di Era Digital

Internet memang memudahkan banyak hal. Saya tidak bisa membayangkan bila internet belum ada sekarang. Padahal, saya pernah loh, hidup di jaman internet masih jadi barang langka.

Kemudahan yang ditawarkan dengan hadirnya internet bukan saja memunculkan banyak peluang, melainkan juga risiko. Namun, menurut saya, justru lewat internet, kita bisa meminimalkan risiko, seperti yang dilakukan suami saya tadi.

Namun, faktanya, masih banyak yang belum merdeka dari risiko-risiko yang beredar di internet, khususnya terkait transaksi online. Saya masih membaca banyak laporan tentang penipuan di berbagai situs, termasuk jual-beli di situs jejaring sosial Instagram dan Facebook.

Saya bersyukur sih, sampai sekarang belum pernah terperdaya ketika melakukan transaksi online. Tinggal di negara yang sudah merdeka 73 tahun, sudah pasti saya berusaha untuk merdeka juga, khususnya di era digital. Saat baca pengalaman orang yang uangnya melayang karena penipuan online, saya ikut kesal. Apalagi orang yang mengalami langsung, ya.

Bukan bermaksud menyalahkan korban, tapi sudah seharusnya kita memerdekakan diri dari hal-hal negatif yang beredar luas di internet. Niat jahat orang ada di mana-mana, termasuk di dunia online, makanya kita harus pintar mengenali hal tersebut dan menghindarinya.

Prinsip utama saya: if it’s too good to be true, then it’s not true at all. Misalnya ada produk atau jasa yang ditawarkan dengan sangat murah di internet. Pertama-tama kita harus curiga, mengapa dan bagaimana seseorang memberi tawaran yang sangat murah. Penjual kan tidak mungkin tidak cari untung.

Tapi, ya tidak semua promo di internet itu penipuan, ya. Kalau ragu, baca dulu pengalaman atau testimoni orang yang pernah memanfaatkan promo tersebut. Yang terakhir, jika ada firasat gak enak, lebih baik batalkan, deh, transaksinya. Cari situs atau penjual online lainnya yang benar-benar bisa dipercayai.

Pastikan juga sebelum transfer, nomor rekening tujuan memang sahih. Caranya masukkan nomor rekening di situs cekrekening.id. Bila nomor rekening tersebut pernah dilaporkan negatif, kamu bisa melihat status dan jumlah laporannya. Perlu dicatat, kalaupun nomor rekening belum pernah dilaporkan terkait tindak pidana apapun, bukan berarti nomor rekening itu aman 100%. Jadi, harus tetap ekstra hati-hati!

Beli Motor Online

Setelah mempertimbangkan beberapa hal, sepeda motor tidak jadi kami kirim dari Jakarta ke Medan. Suami dan saya putuskan untuk jual saja motor bebek semi-sport itu. Lalu, kami akan membeli motor baru di Medan.

Beli motor ini cukup merepotkan karena kami punya anak, yang waktu itu masih bayi. Seandainya ada situs jual-beli motor yang terpercaya, sudah pasti kami pilih beli online. Mudah dan praktis, tanpa harus meninggalkan rumah.

Screenshot aplikasi Moladin: lugas dan nyaman dengan dominasi warna putih dan biru

Sayangnya, waktu itu kami belum kenal Moladin. Ternyata, ada loh, situs jual motor dan forum review motor dan aksesoris motor di Indonesia. Momennya pas banget, karena orang Indonesia sudah sangat akrab dengan belanja online.

Berkat Moladin, motor pun kini bisa dibeli secara online. Banyak tawaran menarik yang bikin Moladin jadi preferensi pembelian motor.

Well, yang disayangkan lagi, Moladin belum melayani penjualan motor di Medan. Saat ini baru bikers yang tinggal di wilayah Jabodetabek, Bandung, Semarang, Solo, dan Yogyakarta yang bisa menikmati layanan Moladin. Tapi, katanya, Moladin akan memperluas layanannya sampai luar Pulau Jawa, loh.

Beli motor di Moladin.com super duper gampang. Berikut panduan singkatnya:

✔ Buka situsnya, atau untuk tampilan lebih nyaman, unduh aplikasi Moladin di Play store. Kemudian, kamu klik fitur “Motor”. Moladin akan menampilkan pilihan motor yang bisa kamu kulak.

✔ Selanjutnya, pilih kota domisili, tipe motor, dan tenor cicilan. Jika sudah, tinggal klik “Ajukan Cicilan”.

✔ Langkah terakhir ialah mengisi formulir identitas diri yang benar dan sesuai kartu identitas. Tim Customer Service dari Moladin lalu akan menghubungi kamu.

Prosesnya cepat, loh. Kalau pengajuan kredit disetujui, hanya dalam 7 hari kerja, kamu sudah mendapatkan motor baru beserta plat nomornya.

Andaikata masih tinggal di Jakarta, sudah pasti kami beli motor di Moladin. Apalagi, untuk merayakan HUT RI pada 17 Agustus 2018 ini, Moladin menyuguhkan promo yang menggiurkan. Moladin kasih diskon uang muka pembelian motor mulai 73%. Pssstt, promonya bukan hanya pada tanggal 17 Agustus, tapi sampai akhir Agustus 2018. Woohoo!

Sebenarnya, Moladin bukan cuman situs jual motor, suku cadang, dan aksesoris pelengkap pengendara motor. Kamu juga bisa baca review motor incaran kamu atau ulik banyak hal tentang perawatan motor. Kalau punya komunitas motor, Moladin juga tempat yang tepat untuk diajak bermitra. Punya pertanyaan seputar sepeda motor? Tanyakan saja di forum Moladin.

Baru-baru ini, Moladin juga meluncurkan fitur Bengkel di aplikasinya. Dus, bikers bisa menemukan bengkel terdekat ketika sedang membutuhkan.

Setelah diluncurkan pada November 2017 lalu, Moladin sudah melayani lebih dari 15.000 orderan. Moladin menawarkan layanan yang praktis karena menjalin kerja sama dengan 40 diler sepeda motor di seluruh Indonesia.

Hari gini, beli motor gak pake repot dan lama. Kunjungi saja Moladin.com.

Screenshot situs Moladin.com: fitur lengkap dan informasi up to date

Ingat Motor, Ingat Moladin!