Banyak perempuan hamil yang menjadikan proses bersalin dan melahirkan sebagai tujuan utama atau bahkan akhir dari perjuangan kehamilan . Padahal, melahirkan itu hanyalah permulaan dari babak baru dari menjadi orang tua.

Jadi tidak heran bahwa banyak orang tidak siap menghadapi babak baru tersebut. Menjelang dua bulan post-partum, Nyonya mau berbagi hal-hal yang jarang dibicarakan seusai melahirkan.

💠 Kunjungan dari teman atau saudara yang awalnya menyenangkan, bisa jadi menyebalkan juga. Heheh. Siapa yang tak senang bila bertemu dengan orang-orang yang turut berbahagia dengan kelahiran bayimu?

Begitu pulang dari klinik pada pagi hari (sehari setelah melahirkan), teman-teman kantor Babah langsung berkunjung ke rumah. Yang datang pun dua kelompok. Padahal, Nyonya masih “jet lag”. Di satu sisi, harus menahan sakit post-partum. Lalu, Nyonya juga masih menyesuaikan diri dalam mengurus anak bayi. Tapi, tetap harus menjamu tamu tersebut. Supaya gak ribet, Nyonya hanya sediakan minuman kemasan dan camilan dari supermarket terdekat.

Kunjungan ini ternyata berlangsung hampir setiap hari. Pada akhir pekan, jumlah pengunjung bertambah banget. Sebenarnya senang sih, karena dapat kado juga, kan. 😉 Tapi, beberapa tamu datangnya malam hari, saat Nyonya sudah lelah menjamu tamu seharian dan mengurus anak bayi. Jadi, ya, kadang rasanya terganggu juga. Apalagi Nyonya kan introvert yang energinya terkuras setiap berinteraksi dengan orang lain.

💠 Kamu akan mendengar berbagai komentar mengenai cara mengurus bayi. Komentar ini tidak hanya datang dari orang tua senior, tapi juga dari para lajang yang merasa tahu tentang mengurus anak karena punya kerabat yang sudah punya anak. 

Beberapa komentar ini bagus kalau sifatnya konstruktif. Tapi tak jarang yang sifatnya mitologis alias bikin mengernyitkan dahi. Bagi Nyonya, komentar atau pendapat orang disenyumin saja. Lalu, Nyonya saring sesuai dengan pengetahuan dari tenaga medis dan bacaan ilmiah (thank God for google).

💠 Selamat datang sembelit! Lantaran Nyonya melahirkan per vaginam, yang Nyonya tahu beberapa hari pasca-melahirkan ternyata urusan BAB tak selancar jalanan Jakarta waktu lebaran. Dalam kasus Nyonya, baru hari keempat pasca-melahirkan baru bisa BAB.

Hal ini wajar karena saat bersalin, makanan yang masuk ke tubuh minim sekali, bahkan dikosongkan saat mengejan. Rasa sakit karena jahitan di bagian vagina juga bikin was-was untuk mengejan. Apalagi, kalau ada wasir. Duh, proses BAB jadi tak senikmat dulu.

Tapi sesungguhnya, tak perlu takut karena mengejan ketika BAB tidak memperparah proses pemulihan dari jahitan. Supaya tidak sembelit, ya konsumsilah makanan yang mengandung banyak serat.

💠 Baby blues itu nyata. Adaptasi dengan kehadiran makhluk hidup baru berbeda-beda bagi tiap orang. Tapi, prosesnya bisa intens sekali sehingga dampaknya bisa bikin sedih, khawatir, takut, kecewa, over-sensitive, dan lain-lain. Yang pasti, komunikasikan perasaan ini terutama pada pasangan supaya tidak berlarut-larut.

Nyonya bikin tulisan-tulisan yang kemudian dibaca oleh Babah mengenai perasaan pasca-melahirkan. Ini cukup membantu bikin Babah mengerti kalau kadang-kadang Nyonya jadi sensitif berlebihan.

💠 Anak bayi tidur hampir sepanjang hari. Untuk melihat mata bayi terbuka lebar di masa awal hidupnya itu semacam langka karena doi tidur mulu. Saran Nyonya sih jangan dibangunkan, kecuali untuk menyusui. Bahkan kalau ada tamu pun, bayi tidak perlu dibangunkan. Kenapa? Karena masa ini berlalu begitu cepat. Gunakan waktu tidur si bayi untuk beristirahat. Percayalah, begitu jam bangun bayi bertambah, cukup sulit untuk mendapatkan waktu istirahat.

💠 Ini untuk ibu baru. Banyak hal yang tidak kita ketahui tentang merawat anak bayi. Jangan patah semangat. Rajinlah membaca artikel untuk menambah pengetahuan. Berdayakan diri sendiri, ya. Soalnya Nyonya suka gemes sama ibu baru yang cuek, padahal pengetahuan tentang merawat anak tersebar luas.

Jangan ragu juga untuk bertanya pada ibu lain yang sudah kamu kenal tidak akan menghakimi. Berbagi dengan ibu lain sangat membantu Nyonya untuk tidak merasa blank atau panik ketika harus menghadapi hal-hal yang tidak disebutkan dalam artikel yang ditemui di google. Ingat, Anda tidak sendiri. Banyak ibu lain yang sudah melewati tahapan yang saat ini sedang bikin kamu sutris.

Semoga poin-poin di atas bisa jadi gambaran kehidupan setelah punya anak. Dan, selamat menikmati waktu bersama anak bayi! 😘